Sunday, August 31, 2014

Aku Kenangan, Akun Facebook yang telah Meninggal

Orang yang memiliki akun Facebook kemudian ia meninggal maka akan tetap dianggap Facebook sebagai akun orang hidup, selamat tidak ada orang terdekatnya yang melaporkan pemiliknya telah meninggal. Akun yang dilaporkan itu dinamakan akun kenangan. Saat melaporkan, pelapor tidak harus tahu password pemilik akun kenangan, cukup dengan mengisi formulir dengan data yang valid. 

Namun, sebelumnya perlu pemahan lebih jauh tentang akun kenangan, supaya lebih siap mengambil tindakan ini. 

Apa yang terjadi setelah akun Facebook menjadi akun kenangan?
Pertama, tidak diizinkan seorang pun masuk (log in) ke dalam akun kenangan. Kedua, akun kenangan tidak dapat diubah lagi termasuk menambah atau menghapus teman, menghapus foto - status - foto dan lainya yang disebut konten.

Ketiga, konten yang dibagikan almarhum selama ia hidup, seperti foto, status akan tetap berada di Facebook dan dapat dilihat oleh teman atau publik, tergantung pengaturan privasi kiriman tersebut. Keempat, akun kenangan tidak akan muncul lagi dalam ruang publik, seperti dalam Orang yang Mungkin Anda Kenal.

Kelima, grup yang dimiliki almarhum bisa mengangkat pengurus baru, namun jika Halaman (Fans Page) akan dihapus oleh Facebook. Lebih lengkap tentang informasi ini, klik di sini.

Bagaimana cara menjadikan akun kenangan?
Sebelum mengisi formulir sebenarnya, simulasi langkah-langkahnya seperti berikut:
  1. Isi nama almarhum sesuai yang tercantum pada nama akun.
  2. Isi alamat Facebook almarhum, dengan cara mengakses (melihat) kronologi akun almarhum. Misanya, urlnya: https://www.facebook.com/pulan.binpulan. Kemudian copy url tersebut.
  3. Kemudian isi alamat email, alamat email akun almarhum bisa dilihat kolom About (Tentang): Misalnya:  https://www.facebook.com/pulan.binpulan/about.
  4. Kemudian pilih kekerabatan dengan almarhum.
  5. Jelaskan kapan almarhum meninggal.
  6. Berikan url (artikel) tentang kematian almarhum, ini sebagai bukti penguat.
  7. Terakhir centang pilihan Menjadikan akun sebagai kenangan, dan pilih Kirim.
Jika Anda sudah paham dengan langkah di atas, sekarang mulai mengisi formulir Permintaan Akun Kenangan yang disediakan Facebook, klik di sini.

^Baca juga: Mengontrol pemakaian lalu lintas data saat memakai Facebook.

Wednesday, August 27, 2014

Facebook Perbaiki Konten News Feed

Facebook ingin menampilkan kiriman yang relevan di News Feed dan menghindari praktek "clik baiting headlines".

Apa yang Anda lakukan ketika melihat suatu kiriman di News Feed yang diberi judul menarik tetapi tidak ada penjelasan lebih lengkap, katakanlah tidak disertai paragraf pertama? Atau minimal beberapa kalimat inti dari tulisan tersebut? Kemudian disertai kata-kata "penasaran, klik: http://baca.skrng/h3y3s3". Rata-rata orang mungkin termasuk Anda akan penasaran dan mendorong Anda mengklik tautan (link) untuk membaca selengkapnya.

Mengapa peingirim tulisan membuat kiriman membuat format seperti di atas, bisa jadi untuk mendapatkan klik tautan sebanyak-banyaknya. Bagi pengirim, makin banyak klik makin bagus, pageviews webnya melonjak drastis dan itu merupakan berkah.

Namun, terkadang sering pembaca merasa kecewa, tulisan yang ia baca ternyata tidak sesuai dengan harapannya, tulisan tidak bernilai, mungkin juga hanya spam, iklan produk dan semacamnya. Praktek merugikan seperti ini disebut Facebook "click baiting headlines". Nah, inilah yang akan diperbaiki Facebook, memastikan kiriman yang relevan bagi pembaca.

Bagaimana Facebook mengidentifikasinya?
Secara sederhananya, jika orang melihat kiriman dan menklik tautan untuk membaca selengkapnya, dan ia membaca artikel sampai selesai, berarti artikel tersebut memang bermanfaat untuknya, atau dengan kata lain artikel tersebut bernilai baginya. Tetapi, setelah ia klik tautan dan langsung begitu saja balik ke Facebook maka bisa dikatakan kiriman tadi tidak bernilai baginya.

Cara kedua, jika kiriman di News Feed hanya lebih banyak kliknya daripada suka (like) dan komentarnya, maka itu kiriman itu relatif tidak berharga, dan bisa dimasukkan dalam kategori "click bait".

Apa solusi dari Facebook?
Pengirim tulisan disarankan tidak hanya memberikan link, tetapi menyertakan gambar dan beberapa kalimat penjelas tentang suatu kiriman. Dengan cara seperti ini kiriman akan berpotensi tampil di News Feed, dan terhindar dari label "clik bait".

***
Kiriman yang dilabeli "click bait" oleh pihak Facebook, maka kecil peluangnya tampil di News Feed, bahkan bisa saja dianggap spam. Tentu ini merugikan pengirim.

^Baca juga: Akun kenangan untuk pemilik akun Facebook telah meninggal.

Friday, August 22, 2014

Mengenal Spam Pada Email

Pernah mendengar kata spam pada email? Spam yaitu pesan yang isinya sama tetapi dikirim kepada banyak email dalam satu waktu. Pengirimannya yang bukan secara manual atau satu persatu - tetapi dengan bantuan program yang dibuat khusus, sehingga sekalipun isi email tidak ada unsur kejahatan, tetapi karena pengiriman pesan yang tidak normal, maka dianggap sebagai pesan spam. Dan tidak jarang pula, pesan spam berisi penipuan berkedok sumbangan, hadiah, dan promo. Setiap pesan yang masuk ke email kita, itu disaring otomatis oleh program penyedia layanan emai, misal Gmail, YahooMail - namun tidak 100% akurat, terkadang salah, pesan baik tetapi dianggap spam. Maka, jika ada teman yang mengirim email kepada kita tetapi tidak kita jumpai di kotak masuk (inbox), maka coba lihat di folder spam.

Foder spam pada Gmail.

Folder spam pada YahooMail.

Jika Anda menggunakan layanan email Gmail, pesan spam yang menumpuk akan otomatis terhapus jika telah lebih dari 30 hari. Lantas apa yang harus dilakukan untuk pencegahan?

Tidak mempublikasikan email secara bebas
Korban email spam rata-rata karena pemilik email mempublikasikan emailnya secara bebas, akhirnya menjadi "mangsa" pada pembuat spam (spammer). Misalnya menuliskannya sebagai status dan di forum di media sosial. Hampir semua website yang mewajibkan penggunaan email untuk proses registrasi (pendaftaran), email pendaftar tidak akan dipublikasikan, karena itu termasuk pelanggaran.

Periksa kebenaran peminta email
Jangan asal kasih email ke sembarang website atau kepada orang yang tidak jelas apa maksudnya. Perlu diketahui, selain untuk pendaftaran, email juga bisa digunakan untuk berlangganan artikel, berita promo, atau info produk terbaru dari suatu website.

***
Spam email memang tidak berbahaya selagi Anda tidak menanggapinya dengan serius, namun Anda perlu pemahaman tentangnya, agar terhindari dari penipuan. Sebab, tidak jarang email spam berisi tentang pengakuan seseorang yang sedang sakit keras dan meminta sumbangan atau tentang hadiah yang tidak jelas datangnya dari mana, tiba-tiba saja Anda dikatakan sebagai pemenang. Intinya, jangan mudah tergiur, pelajari dahulu sebelum bertindak.

^Baca juga: Facebook perbaiki konten News Feed.

Wednesday, August 20, 2014

Ice Bucket Challenge yang Menjamur di Facebook

Tim analis data Facebook memantau aktivitas kegiatan amal yang bertajuk Ice Bucket Challenge sejak Juni sampai Agustus 2014. Lebih dari 28 juta orang membicarakan kontes amal ini, termasuk membuat status, komentar dan tanda mendukung dengan kontribusi 'like'. Terhitung 2.4 juta video juga dibagikan di Facebook mengenai riuhnya ajang amal ini.

Ice Bucket Challenge merupakan tantangan bagi orang yang bersedia disiram atau menyiramkan dirinya dengan satu ember air es, bertujuan untuk kegiatan amal, membantu mereka yang menderita ALS (Amyotrophic lateral sclerosis), yakni penyakit saraf yang menyerang neuron yang mengendalikan otot lurik. Yang telah disiram, wajib menunjuk orang lain untuk peserta selanjutnya dan harus dipenuhi dalam waktu maksimal 1 x 24 jam.

Dari kalangan atlet, mulai dari Mesut Oezil, Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, John Terry, Neymar, Dani Alves, Gerard Pique, LeBron James, Caroline Wozniacki, David Beckham, Novak Djokovic pernah melakukannya, bahkan sampai kalangan eksekutif, yaitu pendiri Microsof, Bill Gates, dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg.
Berikut 10 negara paling populer dari peserta yang mengikuti tantangan unik ini:
  1. Amerika Serikat
  2. Australia
  3. New Zealand
  4. Kanada
  5. Meksiko
  6. Brasil
  7. Jerman
  8. Filipina
  9. Puerto Riko
  10. India
Galeri Ice Bucket Challenge:

 Bill Gates.

 Justin Bieber.

 Lebron James.

Mesut Oezil.

Novac Djokovic.
Referensi:
  1. Ice Bucket Challenge, tipspengetahuan.com, diakses 21 Agutus 2014.
  2. The Ice Bucket Challenge on Facebook, Fb News Room, diakses 21 Agustus 2014
 

Monday, August 18, 2014

Cara Tepat Mengamankan Akun Facebook

Facebook sebagai media untuk berbagi bagi orang-orang terdekat, berdiskusi membahas ragam hal melalui grup, bergabung dengan komunitas, lebih mudah mengetahui tentang informasi terbaru dari klub idola, tokoh idola, juga bisa membuat halaman untuk bisnis. Dengan hadirnya Facebook, interaksi terasa lebih mudah, menghilangkan batasan jarak dan waktu.

Bagi kita yang telah mendaftar ke Facebook tentu ingin melindungi akun kita dari perusakan, pembagian informasi tanpa tanpa sepengetahuan kita, atau dengan kata lain pengambil alihan akun kita. Contoh sederhananya, pintar dalam merespon pesan menrik dari seseorang yang tidak dikenal, karena metode ini berpotensi  phising, yaitu metode penipuan dengan memancing pengguna untuk memberikan data pribadi dengan menyamar seolah-olah dari pihak resmi dengan meminta memasukkan password dan email akun Facebook.

Tak bisa dibayangkan jika orang yang tak bertanggung jawab menguasai akun kita dan membuat status aneh, katakanlah seperti pornografi. Apalagi jika akun kita umurnya sudah lama, kenangan di dalamnya sudah banyak, kita sudah bergabung dengan banyak grup, membuat beberapa halaman (fans page) dan sudah mendapat banyak like (suka), tentu rugi sekali jika kita kehilangannya. Sulit rasanya jika membuat akun baru dan memulainya dari awal lagi. Maka sebelum itu terjadi, kita perlu paham dalam mengamankan akun Facebook, berikut di antaranya:

Password yang kuat
Kunci utama dalam mengamankan akun Facebook yaitu kekuatan password. Password sekurang-kurangnya 6 karakter. Kombinasikan angka dan huruf dan juga karakter khusus, misal tanda &, #, @. Password yang hanya menggunakan huruf atau angka saja akan lebih mudah kebobolan. Jangan juga membuat password yang mudah ditebak, seperti: 123, abc, dan tanggal lahir.

Kemanan email = kemanan akun
Saat kita mendaftar ke Facebook kita memberikan email. Salah satu fungsi email itu ialah jika kita lupa password akun Facebook, kita bisa meminta password baru yang nanti dikirimkan ke email kita. Jika email kita passwordnya sudah diketahui orang lain, berarti kita sudah dikatakan kehilangan akun Facebook. Bisa saja orang lain itu meminta password baru tanpa kita sadari, alhasil password lama akun Facebook kita tidak lagi berlaku.

Jangan lupa log out
Jika terpaksa mengakses akun Facebook dengan komputer atau perangkat yang banyak digunakan orang-orang (bukan milik pribadi), jangan lupa untuk log out (keluar) dari akun Facebook Anda sebelum meninggalkannya. Atau bisa juga dengan cara menggunakan mode Private Window pada browser, contohnya pada Mozilla Firefox. Dari Menu pilih New Private Window. Dengan mode ini, apapun aktivitas kita dengan browser tidak akan disimpan, artinya ketika browser ditutup, maka data-data yang masukkan seperti email dan password, termasuk riwayat pencarian, riwayat situs yang diakses, akan otomatis terhapus.

Pada browser Mozilla Firefox, klik Menu -> New Private Window.

Gunakan fitur keamanan ekstra
Jika langkah-langkah di atas menurut Anda belum memenuhi kemanan seperti yang diharapkan, Anda dapat mencoba fitur kemanan ekstra yang disediakan oleh pihak Facebook. Untuk mempelajari dan mencobanya, klik di sini.

Hati-hati dengan link (tautan), dan download
Jika tiba-tiba ada orang yang memberi tautan atau file yang katanya untuk dilihat atau di download, sementara orang tersebut Anda tidak kenal, maka Anda patut waspada. Karena sering sekali metode ini dipakai oleh penipu untuk mengelabui Anda. Waspada juga tentang tawaran-tawaran dengan iming-iming bonus besar, tanpa jelas apa usahanya, bagaimana cara kerjanya.

^Baca juga: Fenomena ajang Ice Bucket Challenge di Facebook.

Thursday, August 14, 2014

Cara Tepat Menggunakan Facebook

Kita semua sudah mengenal Facebook, yaitu media sosial yang memungkinkan penggunanya bisa berbagi stasus, foto, video, catatan untuk teman-teman mereka. Facebook juga mendukung untuk berdiskusi di grup, membuat halaman untuk bisnis untuk produk dan membuat akun untuk orang-orang khusus, seperti atlet, penulis, tokoh masyarakat, binatang piaraan atau lainnya.

Dengan sedemikian banyak fitur yang diberikan oleh Facebook, dan penggunaan gratis, sudah sepatutnya pengguna memahami dan mengikut aturan yang berlaku, supaya sesama pengguna mendapatkan kenyamanan dan ketenangan. Berikut beberapa pedoman agar tepat dalam menggunakan Facebook:

Gunakan identitas asli
Pada dasarnya Facebook membantu manusia untuk tetap saling berinteraksi dengan sesama mereka yang saling mengenal, jadi sudah jelas harus menggunakan identitas asli, seperti nama, dan foto profil. Pengguna Facebook bukan untuk orang yang suka menyamar atau menggunakan nama palsu. Tipe orang ini merupakan orang yang tidak bertanggung jawab, sebab jika ia membuat keributan, ia merasa aman.

Pikir sebelum membuat status
Seperti kehidupan bersosial dalam masyarakat, harus menjaga tata krama, tidak mengeluarkan kata-kata kotor, tidak menyebarkan fitnah, tidak memposting yang melarang undang-undang seperti pornografi, penyalahgunaan obat-obatan, perdagangan manusia dan lainnya. Jangan sampai kehadiran kita saat menggunakan Facebook mengganggu ketentraman orang lain.

Pintar pilih-pilih teman
Facebook mengajurkan hanya menambah teman yang benar-benar kenal, atau paling tidak masih ada berkaitan dengan kita, misalnya satu perguruan tinggi, kesamaan bidang bisnis atau hobi. Jika merasa ada orang asing menambahkan sebagai teman, sedangkan data pribadi dan foto tidak jelas, Anda boleh menolaknya sebagai teman Facebook. Karena saat sudah berteman, berarti sudah setuju untuk saling berbagi. Jika seandainya informasi yang dibagikan hanya kepada teman, tentu teman yang tidak dikenal tidak berhak mengetahuinya.

Kontrol privasi
Atur privasi siapa saja yang boleh melihat kiriman Anda. Siapa saja yang boleh melihat koleksi foto Anda. Anda juga bisa mengatur apakah orang lain boleh menulis kiriman di dinding Anda, bisa juga mengatur tag foto dengan terlebih dahulu melaui persetujuan Anda. Pengaturan privas Facebook dapat dilihat di sini.

^Baca juga: Cara mengamankan akun Facebook Anda.

Wednesday, August 13, 2014

Cara Memilih Foto Sampul Facebook yang Tepat

Foto sampul Facebook menunjukkan sebagian ciri khas tentang kita, foto ini terletak membentang tepat di atas foto profil kita. Foto sampul bersifat publik, artinya semua orang dapat melihatnya. Foto ini mempercantik akun Facebook kita. Foto sampul biasanya tentang kehidupan, katakanlah itu tentang pernikahan, lagi bermain bersama anak, foto bersama teman waktu kuliah - waktu SMA, foto tentang perjalanan Anda ke tempat wisata, saat mendaki gunung, atau tentang solidaritas dukungan terhadap organisasi tertentu. Sangat tidak tepat foto sampul dihiasi dengan produk (jualan), meskipun Anda tidak dilarang untuk itu.

Ukuran foto ini tepatnya 851 x 315 piksel. Jika Anda menggunakan foto yang banyak mengandung tulisan, sebaiknya gunakan ekstensi PNG, namun jika foto umum gunakan saja ekstensi JPG. Mengenai resolusi, lebih tinggi lebih bagus, namun tergantung koneksi internet Anda juga, jika koneksi internet terasa lelet (lambat), pilih foto yang minimalis saja. Perlu diketahui Anda tidak bisa menggunakan foto yang terlalau kecil, pastikan ukurannya memenuhi standar. Jika tidak ada ukuran besar, Anda dapat menggabungkan beberapa foto dengan bantuan aplikasi pengolah gambar seperti Photoshop.

Foto yang dijadikan Foto Sampul bisa dari koleksi foto Anda yang dahulu telah diupload atau mengguakan foto baru dengan cara upload lewat laptop, atau PC atau media lain. Jika ukuran foto lebih besar dari 851 x 315 piksel, Anda dapat menggeser posisi foto ke atas dan ke bawah (drag) sampai pada posisi yang diinginkan.

Foto sampul yang pernah digunakah dahulu bisa digunakan lagi untuk Foto Sampul sekarang, dengan melihatnya di album Foto Sampul pada tab Album.

Gambar contoh Foto Sampul.

^Baca juga: Praktek terbaik dalam menggunakan Facebook.